“Kultur Jaringan”, Teknik Yang Mengisolasi Tumbuhan – MiamiDish

Home

About

Contact

Churin David

Science

May 4, 2018

Kultur jaringan dilakukan untuk membentuk atau menumbuhkan bagian-bagian tumbuhan dengan mengisolasi. Mungkin sebelumnya anda sudah pernah mendengar kalimat ini, ketika duduk di bangku sekolah. Hal ini dilakukan dalam ruangan tertutup atau wadah tertutup namun dapat ditembus oleh cahaya. Adapun teknik kultur jaringan ini yaitu menjadi salah satu cara untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif.

Orang yang melakukan metode ini harus tau betul cara dan proses pembuatannya. Karena sebuah sel yang terdapat dalam tumbuhan tersebut harus berada dalam kondisi yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan sel tersebut, sehingga sel dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Bagi anda yang masih asing dengan metode ini, saya akan membahasnya dalam ulasan berikut ini.

Kultur jaringan (Tissue Culture) adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali. Hal tersebut dimaksudkan agar tanaman dapat beregenerasi menjadi satu tanaman baru yang lengkap.

Kultur jaringan dilakukan dengan mengisolasi bagian-bagian tanaman tertentu, seperti mata tunas, daun lalu menumbuhkan jaringan tersebut ke dalam suatu wadah tertutup yang tembus cahaya dan dengan prinsip yang aseptic (steril), sehingga tanaman dapat beregenerasi menjadi tanaman baru yang lengkap.

Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. Teknik kultur jaringan kemudian berkembang menjadi sarana penelitian di bidang fisiologi tanaman dan aspek-aspek biokimia tanaman. Sifat totipotensi sel ini merupakan sifat sel yang mampu menjadi individu baru yang utuh jika berada pada lingkungan yang sesuai.

Mengisolasi bagian dari tanaman induk ke tempat steril

Menumbuhkan dan mengembangkan bagian tanaman tersebut pada media yang kondisinya mendorong pertumbuhan bagian tanaman tersebut

Kedua hal tersebut dilakukan dalam kondisi steril dan bebas hama. Eksplan tumbuhan yang digunakan biasanya yang masih muda tetapi bisa juga menggunakan eksplan dari tumbuhan yang tua.

Kultur jaringan termasuk serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar, tunas, jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi in vitro (didalam gelas). Dengan menggunakan jaringan meristem pada tumbuhan maka hasil akhir kultur jaringan akan lebih maksimal.

Jaringan yang diambil untuk kultur jaringan baiknya ialah jaringan meristem, yaitu jaringan muda yang masih aktif membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Teknik kultur jaringan ini dalam pelaksanaannya merupakan suatu metode untuk mengisolasi (mengambil) bagian tumbuhan, seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan dan organ, serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik (bebas hama dan penyakit).

Dapat menghasilkan tanaman yang memiliki sifat yang sejenis

Membudidayakan tanaman baru dengan sifat yang sama persis dengan induknya

Cara untuk mengembangbiakkannya yang mudah serta ekonomis

Untuk menciptakan varietas baru berdasarkan rekayasa genetik

Dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang relatif singkat

Dapat dijadikan sarana untuk melestarikan plasma nutfah.

Meski kultur jaringan memiliki banyak memberi manfaat terhadap reproduksi tanaman secara vegetatif, namun teknik tersebut juga memiliki dampak negatif. Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu.

Metode perbanyakan tanaman secara in vitro dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu melalui perbanyakan tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif dan embriogenesis somatik , baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif.

Berdasarkan macam media tanam yang digunakan, metode kultur dapat dibedakan menjadi:

Metode Padat (Solid Method)

Metode padat atau solid method adalah teknik kultur jaringan dengan menggunakan media padat. Media padat ini mengandung semua komponen-komponen kimia yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut, kemudian dipadatkan dengan menambah suatu zat pemadat. Zat tersebut dapat berupa agar-agar batangan, bubuk, atau kemasan kaleng yang biasanya digunakan untuk media padat pada kultur jaringan.

Metode pada banyak digunakan untuk teknik kloning, menumbuhkan protoplasma setelah diisolasikan dan kegunaan yang lainnya.

Metode Cair (Liquid Method)

Metode cair merupakan teknik kultur yang memanfaatkan media cair. Media cair ini biasa berupa larutan nutrien tanpa memerlukan zat pemadat. Pembuatan media ini lebih cepat, namun kurang praktis karena apabila terlalu cair akan menyulitkan pertumbuhan eksplan menjadi kalus sehingga keberhasilan sangat minim.

Pertumbuhan tersebut tidak akan terjadi sebab eksplannya tenggelanm. Oleh karena itu, teknik kultur jaringan dengan menggunakan metode cair pada umumnya digunakan pada eksplan satu diantaranya yaitu suspensi sel.

Apabila ditinjau berdasarkan eksplan atau bahan yang dipakai, metode kultur dibedakan menjadi:

Kultur Antera

Kultur Meristem

Kultur Endosperma

Kultur protoplasma

Kultur spora

Kultur Suspensi sel

Dengan menerapkan metode ini, tentunya anda bisa memperbanyak jumah tanaman atau tumbuhan yang ada. Ada beberapa tipe jaringan yang digunakan sebagai eksplan dalam pengerjaan kultur jaringan. Pertama adalah jaringan muda yang belum mengalami diferensiasi dan masih aktif membelah (meristematik) sehingga memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Jaringan tipe pertama ini biasa ditemukan pada tunas apikal, tunas aksiler, bagian tepi daun, ujung akar, maupun kambium batang.

Tipe jaringan yang kedua adalah jaringan parenkima, yaitu jaringan penyusun tanaman muda yang sudah mengalami diferensiasi dan menjalankan fungsinya. Contoh jaringan tersebut adalah jaringan daun yang sudah berfotosintesis dan jaringan batang atau akar yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Pada dasarnya, metode perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan cara, yaitu perbanyakan tunas dari mata tunas apical melalui pembentukan tunas adventif dan embryogenesis somatic, baik secara langsung atau tahapan pembentukan kalus.

Dalam membantu proses replikasi tanaman dalam jumlah banyak dengan teknik kultur jaringan harus melalui serangkaian proses ataupun tahapan. Berikut merupakan tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah :

Pembuatan Media Kultur

Media merupakan faktor penting dalam pembuatan kultur jaringan. Komposisi yang digunakan media sangatlah bervariasi, tergantung dari jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain untuk membantu pertumbuhan tumbuhan. Hormon tumbuhan yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.

Inisiasi

Inisiasi merupakan suatu proses pengambilan eksplan dari bagian pada tanaman yang akan dikultur. Sumber eksplan yang harus memenuhi kriteria seperti jelas jenisnya, varietas, bebas dari hama dan penyakit, spesies. Salah satu bagian tanaman yang sering digunakan adalah tunas. Setelah eksplannya sudah dipersiapkan, eksplan tersebut akan dikultur dengan harapan dapat menginisasi pertumbuhan baru sehingga dapat memungkinkan pemilihan salah satu bagian tanaman yang tumbuhnya paling kuat guna perbanyakan tanaman ke tahap yang berikutnya.

Sterilisasi

Sterilisasi sangat penting dalam kultur jaringan. Setiap proses yang dilakukan harus di tempat yang steril, yakni di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang steril. Peralatan yang akan digunakan biasanya lebih dulu disterilisasi dengan menyemprotkan etanol. Selain itu, orang yang melakukan teknik kultur juga harus dalam keadaan steril.

Multiplikasi

Kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami eksplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

Pemanjangan Tunas, Induksi dan Perkembangan Akar

Tunas-tunas yang dihasilkan pada saat multiplikasi dipindahkan dari media in-vitro yang bersifat steril ke lingkungan luar untuk proses pemanjangan tunas. Setelah tumbuh cukup panjang, tunas tersebut dapat diakarkan. Pemanjangan tunas maupun pengakaran dapat dilakukan dengan sekaligus ataupun dengan tahap satu persatu. Keberhasilan tahap ini ditentukan oleh mutu yang dihasilkan pada proses sebelumnya.

Aklimatisasi

Aklimatisasi adalah tahap untuk memindahkan eksplan dari awalanya di lingkungan in vitro ke lingkungan luar. Aklimatisasi harus dilakukan secara hati-hati dan juga bertahap, yaitu dengan cara memberikan sungkup. Sungkup tersebut kemudian akan dilepaskan apabila tanaman baru yang sudah berhasil kultur sudah mampu untuk berdaptasi dengan lingkungan luar tersebut.

Supaya tanaman baru tersebut tumbuh dengan baik, harus dilakukan pemeliharaan yang prinsip utamanya hampir serupa dengan pemiliharaan pada tanaman generatif. Aklimatisasi tersebut merupakan tahap pemindahan plantlet dari ruang tumbuh awal ke lingkungan, atau dengan kata lain pemindahan plantlet dari kondisi terkontrol di dalam botol ke lingkungan luar. Kondisi luar yang tidak stabil sangat rentan bagi plantlet-plantlet.

Oleh karena itu plantlet tidak langsung dipindahkan ke lapangan melainkan ke tempat-tempat persemaian atau dirumah kaca. Kondisi lingkungan terutama suhu dan kelembaban sedikit demi sedikit diubah hingga menyemai dengan kondisi di lapangan.

Pelaksanaan teknik ini memerlukan berbagai prasyarat untuk mendukung kehidupan jaringan yang dibiakkan. Hal yang paling esensial adalah wadah dan media tumbuh yang steril. Media adalah tempat bagi jaringan untuk tumbuh dan mengambil nutrisi yang mendukung kehidupan jaringan. Media tumbuh menyediakan berbagai bahan yang diperlukan jaringan untuk hidup dan memperbanyak dirinya.

Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat, hemat waktu dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit).

Kerugian dari kultur jaringan yaitu memerlukan proses aklimatisasi, arena penyesuaian tempat hidup tanam. Selain itu, teknik kultur jaringan tidak dapat mengubah tanaman ataupun buah yang dihasilkan dari tanaman tersebut. Dan memerlukan biaya yang relative mahal. Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman ini berdasarkan teori sel yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan autonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi.

Totipotensi adalah kemampuan setiap sel, darimana saja sel tersebut diambil, apabila diletakkan dilingkungan yang sesuai akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna.

Dari pengertian kultur jaringan yang telah dijelaskan diatas, bahwa kultur jaringan ini harus memerlukan individu yang mempunyai keahlian dalam bidang tersebut. Dengan adanya metode ini, kultur jaringan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif. Apalagi sekarang kultur jaringan sudah berkembang sedemikian pesat dan dipergunakan untuk berbagai keperluan lain, terutama untuk agrobisnis dan farmasi.

Jadi, setiap sel tanaman yang hidup dilengkapi dengan infomasi genetik dan perangkat fisiologis yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman utuh jika kondisinya sesuai. Dan harus mengikuti tahapan untuk memberikan hasil yang terbaik. Karena untuk melakukan kultur jaringan tidak selalu berjalan dengan mulus atau menghasilkan hasil yang memuaskan. OK, itulah penjelasn mengenai ulasan di atas, semoga dapat membantu anda.

“Kultur Jaringan”, Teknik Yang Mengisolasi Tumbuhan

Bagian-Bagian Kerongkongan Beserta Fungsi Dan Strukturnya

Siklus Hidrologi : Pengertian, Proses Terjadinya Dan Macamnya

“TESS”, Teleskop Terbaru Milik NASA Yang Canggih

Kupas Tuntas Mengenai NAT Dan Proxy

May 2018

April 2018

March 2018

February 2018

art

geografi

History

kesehatan

Psikologi

technology

Log in

Entries RSS

Comments RSS

WordPress.org

Print

Edit

Share Share: Facebook Twitter Google+ LinkedIn

Facebook

Twitter

Google+

LinkedIn

+ - Font Size